PALEMBANG, faktadetiknews.biz.id — Polda Sumatera Selatan menerima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI atas kontribusi personelnya dalam mengungkap jaringan narkotika.
Mewakili Kapolda Sumsel, Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., menerima penghargaan tersebut dalam kegiatan Appreciation Day di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagtim, Rabu (16/9/2026).
Appreciation Day menjadi bentuk apresiasi kepada stakeholders yang berkontribusi dalam penanggulangan kejahatan narkotika melalui kolaborasi dan penindakan terhadap jaringan gelap secara bersama-sama.
Sebanyak 55 personel Ditresnarkoba Polda Sumsel menerima penghargaan tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Tim Penindakan 220 Kg Ganja Kering dan 20 Hektare Ladang Ganja serta 25 personel Tim Penindakan 456 Pcs Etomidate dan 10 Butir Ekstasi.
Kedua tim tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi sejumlah perwira, yakni AKBP G. Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E., M.Si., Kompol Willy Oscar, AKBP M. Harris, S.H., M.H., dan AKP Randy Dwi Rendra Graha, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama jajaran Perwira Pertama dan Bintara.
Mewakili Kapolda Sumsel, Kombes Pol. Yulian Perdana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan RI melalui Kanwil Bea Cukai Sumbagtim atas penghargaan yang diberikan kepada personel Polda Sumsel.
“Saya mewakili Bapak Kapolda Sumsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan Bhakti Chandra Pratama yang diberikan kepada personel yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika,” ujar Kombes Pol. Yulian Perdana.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan joint enforcement menjadi bagian penting dalam menghadapi peredaran narkotika yang tidak dapat ditangani oleh satu entitas saja. Upaya tersebut membutuhkan sinergi seluruh stakeholders dan lapisan masyarakat melalui pendekatan herd immunity policing.
“Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi semua pihak dalam perang melawan peredaran narkotika. Perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu entitas saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders serta seluruh lapisan masyarakat. Joint enforcement harus terus diperkuat dan diiringi dengan herd immunity policing, yaitu pemolisian yang mengaktifkan dan memperkuat kekebalan warga terhadap narkotika dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Palguna, S.I.K., Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Maharbudi, S.I.K., serta jajaran penyidik Bea Cukai dan personel Polri penerima penghargaan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi capaian dan sinergi lintas instansi yang ditunjukkan Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Penghargaan Bhakti Chandra Pratama ini merupakan wujud nyata pengakuan atas dedikasi dan kerja keras personel di lapangan dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika. Polri tidak bisa bekerja sendiri; kolaborasi erat dengan Bea Cukai, BNN, serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan joint enforcement. Polda Sumsel akan terus memperkuat komitmen ini guna melindungi masyarakat Sumatera Selatan dari ancaman bahaya narkotika secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.


















