MUARA ENIM, faktadetiknews.biz.id — PT Manambang Muara Enim (MME) mulai membangun jembatan dan flyover khusus angkutan batu bara sepanjang 270 meter di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Infrastruktur tersebut dibangun sebagai jalur khusus kendaraan angkutan batu bara PT MME yang selama ini masih melintasi jalan umum secara sebidang. Kehadiran jalur khusus ini ditargetkan secara bertahap membebaskan Jalan Darmo dari aktivitas kendaraan angkutan batu bara.
Pembangunan ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang bersama Plt Bupati Muara Enim Hj. Sumarni, Presiden Direktur PT MME Haryanto Damanik, serta jajaran terkait, di Desa Darmo, Rabu (26/8/2026).
Plt Bupati Muara Enim Hj. Sumarni mengapresiasi inisiatif PT MME membangun infrastruktur khusus tersebut.
«“Pembangunan jalur khusus ini merupakan langkah penting bagi perusahaan pertambangan yang aktivitas pengangkutannya melintasi wilayah Kabupaten Muara Enim,” ujar Sumarni.»
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama masyarakat mendukung pembangunan jembatan dan flyover tersebut karena dinilai dapat menjadi salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat aktivitas angkutan batu bara.
«“Ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan, kerusakan jalan umum maupun persoalan lingkungan yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” katanya.»
Sumarni berharap pembangunan jembatan dan flyover sepanjang 270 meter itu dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, kata dia, aktivitas operasional PT MME diharapkan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan umum.
Ia juga berharap langkah PT MME dapat menjadi contoh bagi perusahaan pertambangan lainnya untuk menyediakan jalur khusus angkutan batu bara sehingga tidak lagi menggunakan jalan umum untuk aktivitas pengangkutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang kembali menegaskan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tidak mengizinkan kendaraan logistik angkutan pertambangan melintasi jalan umum.
«“Pembangunan jalur khusus seperti yang dilakukan PT MME merupakan solusi untuk memastikan aktivitas angkutan pertambangan tetap berjalan, namun tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” tegas Cik Ujang.»
Pembangunan jembatan dan flyover tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar kegiatan operasional PT MME, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Setelah jalur khusus selesai dan mulai digunakan, Jalan Darmo diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai akses transportasi masyarakat tanpa terganggu lalu lintas kendaraan angkutan batu bara.Jika ingin, saya juga bisa membuatkan versi lebih investigatif dengan sudut pandang dampak angkutan batu bara terhadap masyarakat dan kondisi Jalan Darmo. (Red)


















