TANJUNGPINANG, Faktadetiknews.biz.id — Industri media siber menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-5 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang, Minggu (28/9).
Wakil Ketua Umum AMSI, Citra Dyah Prastuti, mengatakan perubahan ekosistem informasi membuat masyarakat kini tidak lagi hanya mengandalkan media massa sebagai sumber berita. Media sosial hingga konten kreator turut menjadi bagian dari pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perusahaan pers untuk semakin memahami kebutuhan audiens dan menghadirkan konten yang memiliki nilai serta manfaat bagi publik.
Di tengah perubahan itu, kehadiran teknologi AI juga memberikan tantangan baru bagi industri media. Teknologi tersebut mampu mengolah, menganalisis, hingga merangkum informasi dalam waktu singkat.
Namun, Citra menilai perkembangan teknologi justru harus menjadi momentum bagi media untuk memperkuat karakter utama jurnalistik yang tidak sekadar mengandalkan kecepatan teknologi.
“Kerja jurnalistik yang dilakukan melalui verifikasi, pengecekan fakta, dan peliputan langsung menjadi bagian penting guna menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital,” kata Citra.
Media Harus Bertanggung Jawab kepada Publik
Ketua AMSI Kepri, Jailani, mengatakan peringatan HUT ke-5 menjadi momentum bagi perusahaan pers di daerah untuk melakukan refleksi terhadap keberlangsungan industri media.
Menurutnya, dinamika bisnis media tidak boleh menggeser komitmen perusahaan pers terhadap akurasi dan keberimbangan pemberitaan.
“Realitas hari ini, banyak media dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Tanggung jawab media bukan kepada media itu sendiri, melainkan kepada publik,” tegas Jailani.
Ia menambahkan, keberlangsungan ekosistem media yang sehat membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, perguruan tinggi hingga masyarakat.
Saat ini, terdapat 12 media siber lokal yang tergabung dalam kepengurusan AMSI Kepri.
Gubernur Kepri Dukung Media sebagai Sarana Edukasi
Dukungan terhadap keberadaan media sebagai bagian dari ekosistem informasi publik juga disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Ansar menilai media dan pemerintah memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus membantu mencegah penyebaran informasi bohong atau hoaks.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mempromosikan daerah, serta menjaga ketertiban. Kami berharap media terus menjadi sarana edukasi yang tepercaya bagi publik,” tutur Ansar.
Peringatan HUT ke-5 AMSI Kepri tersebut kemudian ditutup dengan penganugerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat ekosistem media siber di Kepulauan Riau.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan AI dan derasnya arus informasi digital, kepercayaan publik tetap menjadi modal utama keberlangsungan perusahaan pers.
(Red)


















