Breaking News
16:27

Haedar Nashir Terima Status Wartawan Utama, Kenang Perjuangan Jadi Wartawan Suara Muhammadiyah

IMG-20260813-WA0041
Bagikan
Lihat Tersimpan

JAKARTA, faktadetiknews.biz.id — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menerima status Wartawan Utama dari Dewan Pers. Momen tersebut sekaligus membawanya mengenang perjalanan panjang ketika pertama kali terjun ke dunia jurnalistik sebagai wartawan Suara Muhammadiyah pada 1984.

 

Haedar menyampaikan kisah tersebut dalam pidatonya setelah menerima status Wartawan Utama di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

 

“Jadi saya menjadi wartawan Suara Muhammadiyah tahun 1984. Saya yakin sebagian ada yang mungkin baru lahir atau belum lahir. Menjadi wartawan pemula di Suara Muhammadiyah, media yang tertua di Indonesia, lahir tahun 1915,” kata Haedar.

 

Ia mengungkapkan, selama hampir lima tahun dirinya mendapat tempaan sebagai wartawan lapangan dari Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah saat itu, Hazim Amir.

 

Sebagai wartawan lapangan, Haedar mengaku harus mencari berita ke berbagai daerah dengan berbagai moda transportasi. Bahkan, berjalan kaki pun pernah dilakukannya demi mendapatkan bahan berita.

 

“Saya selama hampir 5 tahun itu betul-betul digembleng oleh Pak Hazim Amir untuk menjadi wartawan lapangan. Wartawan lapangan yang memungut berita dari berbagai tempat, daerah, naik bus, jalan kaki, kemudian naik kereta biasa, dan seluruh kendaraan yang harus saya manfaatkan di Jawa, luar Jawa,” tuturnya.

 

Naskah Berita Pernah Disobek

 

Pengalaman sebagai wartawan lapangan juga membuat Haedar memahami pentingnya ketelitian dan standar jurnalistik. Ia mengaku pernah mengalami naskah berita yang dibuatnya ditolak hingga disobek di hadapannya.

 

Tidak hanya itu, naskahnya juga pernah dicoret menggunakan tinta merah karena dinilai belum memenuhi standar.

 

“Menjadi wartawan yang tidak jarang berita saya bikin itu tidak dipakai. Bahkan satu-dua disobek. Kan sakit hati. Bikin sudah merasa diri ini benar, baik, sesuai dengan prinsip jurnalistik. Tidak, disobek di depan kita,” kenangnya.

 

Pengalaman tersebut, menurut Haedar, menjadi proses penting dalam membentuk dirinya sebagai wartawan sekaligus penulis.

 

Setelah menjalani masa sebagai wartawan lapangan, Haedar kemudian masuk ke jajaran redaksi dan akhirnya dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah.

 

Ia mengaku pengalaman tersebut membentuk sikapnya yang sangat menekankan kecermatan dan ketelitian dalam penulisan berita.

 

“Sikap saksama, cermat, dan kadang juga terpengaruh oleh pengalaman itu ada semacam deprivasi relatif. Saya tidak toleran terhadap teman-teman SM yang menulis asal-asalan,” ujarnya.

 

Akhirnya Raih Status Wartawan Utama

 

Haedar kemudian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Pers, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan UMY serta pihak media yang membantu proses administratif hingga dirinya memperoleh status Wartawan Utama.

 

Ia mengaku sebenarnya telah lama memiliki keinginan untuk mendapatkan status tersebut. Namun, ketika masih aktif sebagai wartawan pada masa lalu, ia memilih tidak mengikuti proses sertifikasi seperti yang dilakukan sejumlah rekannya.

 

“Terima kasih kepada Dewan Pers Nasional, kepada Lembaga Uji Kompetensi Wartawan UMY, dan media yang telah mengatur secara administratif,” katanya.

 

Haedar mengaku, dahulu dirinya tidak terlalu mempersoalkan kepemilikan kartu wartawan. Baginya, menjadi wartawan dan menjalankan tugas jurnalistik merupakan hal yang lebih utama.

 

Namun, seiring perjalanan waktu, keinginan untuk memperoleh status Wartawan Utama akhirnya muncul.

 

“Teman-teman ikut tes, saya nggak ikut. Ya nggak apa-apa lah, yang penting jadi wartawan. Tapi lama-kelamaan terpikir juga ingin dapat Kartu Utama,” ujarnya.

 

Penganugerahan status tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Haedar Nashir di dunia jurnalistik yang telah dimulainya sejak 1984, sekaligus menegaskan panjangnya pengalaman dan pengabdiannya dalam dunia pers. (Red)

Penulis

darwisakbar@gmail.com


Deprecated: Berkas Tema tanpa comments.php tidak digunakan lagi sejak versi 3.0.0 dan tidak tersedia penggantinya. Harap sertakan templat comments.php dalam tema Anda. in /home/sultrand/public_html/faktadetiknews.biz.id/wp-includes/functions.php on line 6170

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *