banner 728x250

Hari Anak Nasional, Diskominfo-SP Luwu Utara Gencarkan Edukasi Literasi Digital Sepanjang 2026

banner 120x600
banner 468x60

LUWU UTARA, faktadetiknews.biz.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 menjadi momentum yang sangat penting untuk merefleksikan kembali keselamatan generasi penerus bangsa, tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.

 

banner 325x300

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Luwu Utara menegaskan bahwa keamanan digital bagi anak merupakan prioritas utama yang harus dijaga bersama.

 

Melalui Kepala Bidang (Kabid) Persandian, Alisman, Diskominfo-SP mengingatkan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap berbagai kejahatan siber. Mulai perundungan siber (cyberbullying), paparan konten berbahaya, hingga ancaman pencurian data pribadi.

 

“Untuk tahun 2026 ini, kami sudah melaksanakan kegiatan Literasi Keamanan Siber dan Literasi Media secara bertahap di sekolah-sekolah, berpedoman pada tema yang diatur dalam Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nomor 3 Tahun 2021,” ungkap Alisman saat dihubungi via WhatsApp, Senin (27/7/2026).

 

Sebagai langkah preventif, Alisman memaparkan empat pilar penting yang wajib diterapkan orang tua dan tenaga pendidik dalam mengawasi aktivitas anak di dunia maya.

 

Yang pertama, kata dia, Literasi dan Edukasi Bahaya Online, dengan memberi pemahaman kepada anak mengenai risiko kejahatan siber sejak dini.

 

Kedua, lanjut dia, adanya Pengaturan Waktu Layar (Screen Time), dengan membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu waktu belajar, istirahat, dan kesehatan fisik anak.

 

Ketiga, yang juga tak kalah pentingnya ialah Pendampingan Aktif Orang Tua, dengan membangun komunikasi dua arah yang terbuka, serta mengawasi interaksi anak di media sosial.

 

Dan yang terakhir atau keempat, Mewaspadai Ancaman Nyata di Dunia Maya. “Melalui arahan Bapak Bupati, kami terus mendorong masifnya kegiatan Literasi Digital. Langkah ini diambil untuk menekan berbagai potensi ancaman siber yang mengincar anak-anak kita,” terang Alisman.

 

Alisman mengatakan, jenis ancaman nyata di dunia maya dan bentuk risikonya, serta bagaimana pencegahannya wajib menjadi perhatian orang tua anak guna menghindari terjadinya kejahatan di dunia maya.

 

“Perundungan siber seperti ejekan, teror, atau ancaman dari sesama pengguna lewat media sosial wajib selalu diwaspadai dengan membangun komunikasi terbuka agar anak berani melapor jika merasa tidak nyaman,” imbuhnya.

 

Ancaman lainnya, lanjut Alisman, adanya konten tak layak, seperti paparan gambar dan video kekerasan, pornografi, dan informasi destruktif lainnya. “Aktifkan fitur parental control pada HP atau gawai kita untuk memblokir konten-konten negatif,” tegasnya.

 

Masih Alisman, pencurian data pribadi, seperti kebocoran alamat rumah, nomor telepon, hingga nama sekolah ke tangan orang asing, juga menjadi ancaman serius anak di dunia maya. “Ajarkan anak kita tentang prinsip privasi, dengan tidak membagikan data pribadi di internet,” kata Alisman kembali mengingatkan.

 

Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, sekolah, serta peran aktif orang tua, Diskominfo-SP Luwu Utara optimistis dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah anak sepanjang tahun 2026 ini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *