banner 728x250

Hari Kedelapan, SAR Perluas Pencarian Arupadhatu 1 hingga Dekati Anak Krakatau

banner 120x600
banner 468x60

PANDEGLANG, faktadetiknews.biz.id — Upaya pencarian terhadap delapan penumpang kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil. Memasuki hari kedelapan operasi, Selasa (15/9/2026), tim SAR gabungan kembali memperluas penyisiran hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

 

banner 325x300

Tim bahkan sempat bergerak hingga sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keberadaan kapal tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan penumpang yang dicari.

 

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan informasi tersebut langsung diverifikasi oleh tim di lapangan.

 

“Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea reader dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).

 

Menurut Amrad, wilayah penyisiran mencakup perairan timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau. Kawasan tersebut merupakan bagian dari sektor C dalam operasi pencarian.

 

Basarnas juga mengerahkan KN SAR Tetuka bersama sejumlah armada laut lainnya guna memastikan informasi yang diterima. Kecepatan respons menjadi penting karena informasi awal berasal dari unggahan media sosial.

 

“Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikannya. Dengan informasi yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan cross check tentang informasi tersebut, hasilnya nihil,” ujarnya.

 

Lima Sektor Lain Juga Nihil

 

Selain kawasan Gunung Anak Krakatau, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lima area sasaran lainnya. Pencarian diperluas ke sejumlah wilayah perairan, termasuk hingga sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, dan Lampung.

 

Namun, penyisiran yang berlangsung selama berjam-jam belum menemukan petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

 

“Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil,” ujar Amrad.

 

Meski belum membuahkan hasil, operasi pencarian dipastikan terus dilanjutkan. Pada Rabu (16/9/2026), operasi memasuki hari kesembilan dengan melibatkan sedikitnya 20 armada kapal dari berbagai unsur.

 

Lima Jurnalis dan Tiga Kru

 

Delapan orang yang berada di dalam kapal cepat Arupadhatu 1 terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang kru/pemandu.

 

Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

 

Sementara tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

 

Mereka dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dari wilayah Pandeglang, Banten.

 

Kapal tersebut terakhir diketahui melakukan pelayaran pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

 

Dalam operasi pencarian, faktor keselamatan personel juga menjadi perhatian. Amrad memastikan seluruh pergerakan personel dan armada dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.

 

Tim SAR terus memantau kondisi cuaca dan gelombang laut berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

Selain kondisi cuaca, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau turut menjadi pertimbangan. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada rekomendasi berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

 

Dengan berbagai faktor tersebut, operasi pencarian dilakukan secara hati-hati namun tetap maksimal untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *