Halmahera Timur, — Aksi pemalangan jalan hauling PT ARA yang dilakukan oleh masyarakat Desa Dodaga dan Desa Gulapapo mulai menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat desa lainnya, khususnya warga Desa Subaim yang bekerja di area perusahaan tersebut.
Pemalangan jalan hauling tersebut dinilai dapat menghambat aktivitas operasional perusahaan. Jika aktivitas perusahaan terhenti, maka pekerja lokal dari desa sekitar, terutama Desa Subaim, berpotensi kehilangan pekerjaan atau tidak dapat menjalankan aktivitas kerja seperti biasa.
“Kami berharap masalah ini cepat selesai. Karena kalau jalan hauling terus dipalang, dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tapi juga ke pekerja lokal dari desa lain yang menggantungkan hidup dari pekerjaan itu,” ujar salah satu warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah mediasi agar persoalan tersebut tidak meluas dan tetap menjaga kepentingan semua pihak.


















